Penggali Tewas, Murni Musibah
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 03 February 2009
PEMALANG - Kasus runtuhnya tebing galian C di Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Sabtu (31/2) lalu ditetapkan sebagai murni musibah. Sehingga polisi tidak menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Apalagi diketahui keberadaan galin C di wilayah itu sudah memiliki ijin dari pihak berwenang.
Kapolres Pemalang AKBP Drs Bambang Sukardi SHMSi melalui Kasatreskrim AKP Suwarto SH MH menyatakan, dalam musibah itu baik pemilik galian, maupun pemilik tanah tidak sampai berurusan dengan polisi. Apalagi mereka bisa menunjukkan perijinan yang syah. Selain itu pada diri korban tidak terdapat luka-luka bekas penganiayaan.
Sebagaiamana diberitakan Radar sebelumnya, satu penggali pasir tewas tertimbun longsor di Desa Pegiringan Sabtu (31/1) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Nasrudin (17) penggali tersebut saat kejadian sedang duduk beristirahat di bawah tebing tempatnya menggali pasir. Sedangkan rekannya Slamet (22) yang berdiri di dekatnya meski tertimbun manun masih bisa diselamatkan. Keduanya adalah warga RT 4 RW 6 Desa Badak Kecamatan Belik.
Kedua korban menggali pasir di lokasi bersama dua rekannya yang lain. Mereka adalah Wahmad (25) dan Ritno (25) yang merupakan tetangganya. Namun keduanya berhasil menghindar saat mengetahui tanah tebing di atasnya longsor. Melihat kedua temannya tertimbun pasir, mereka segera berteriak meminta bantuan penggali lainnya yang ada di sekitar mereka untuk memberikan pertolongan.
Kepala Desa Pegiringan H Dimyati kepada Radar menuturkan galian C di desanya itu sudah memiliki ijin. "Manfaatnya sangat besar karena tanah yang digali tersebut menjadi rata dan dijadikan sawah produktif," kata dia di lokasi kejadian. Selain itu, galian tersebut juga menyerap banyak tenaga kerja, mencapai 250 orang. Kini aktivitas penggalian di lokasi tersebut sudah berangsur normal. (ali)
Selasa, 07 April 2009
Jumat, 03 April 2009
Kenali Desamu
Sejarah itulah yang akan saya tuangkan dalam dalam tulisan ini, arti sejarah secara umum mungkin sudah dipahami, akan tetapi sejarah menurut penulis adalah sejalan dengan arah atau disingkat sejarah. Artinya segala sesuatu baik yang berkaitan dengan masa lalu maupun masa sekarang dan masa yang akan datang nantinya tetap akan disebut sejarah (sejalan dengan arah). Tak terkeculai tanah kelahiran atau desa tempat tinggalku tentunya punya sejarah.
Pegiringan adalah nama desaku, Kecamatan Bantarbolang dan Pemalang kabupaten atau kotanya. Ada yang unik dari Desa Pegiringan .yaitu bahasanya, berbeda dari kebanyakan desa yang ada dipulau jawa, yang mungkin agak sedikit asing akan tetapi mempunyai nilai histori yang tinggi, dengan berakhiran e untuk setiap pengucapan kata, sama seperti bahasa melayu Malaysie, mungkin dulunya penyebaran agama islam didesa pegiringan berasal dari orang melayu (malaysie), atau mungkin masyarakat pegiringan rumpunnya melayu jawa, tapi yang jelas pengucapan kata itulah yang menjadikan ciri khas masyarakat pegiringan yang konon terkenal dengan kegiatan keagamaannya atau biasa di sebut religius.
Kosa kata Asing Bahasa Asli Pegiringan dan Nama Alam Daerahnya
WadukE
Slumbat
Jablog
Madang
Mbajor
ImpelE
Ngagul
Burak
Ndlogdog
Gemawok
Guap
Klongkongan
Pendirangan
Kluntangan
Landrat
TempErong
Clutak
Gligapan
NdEan
Amblong
Jiret
Brangbong
MolEk
Gerpoli
Njlongob
Njimprak
NjlapEr
Cecrek
Njlepet
Pyogane
Ndlangtak
Njiplong
Wirang
Nyadak
Landep
Srekal
Ape
Ore
Ane
Sime
Langke
Ye
Kiye
Sape
Mene
Bape
Baron
Persil
Majelangu
Pendi
Derik Dalem
Bulak Gempol
Sepedang
Tegalan
Derik pEte
Babadan
Gunung Sumbul
Gunung Butak
Sumur Besi
Jebeng
Puthat
Cawi
Tonjong
Kali seraje
Kali gandu
Kali tulang
Kedung Sumpit
Kedung Bolon
Kedung Birin
Kedung Sentul
Jati Growong
Dawuan
Dukuh
Cokrah
Laren jero
Impres
Klempoan
Kebanggan akan keadaan desa merupakan tolak ukur untuk
dapat berbuat demi perubahan, sehingga tidak melupakan jatidiri
nya sebagai bagian dari anggota masyarakat yang peduli masa depan desanya.
Penulis : By Ozan Oi
Pemerhati Kemajuan Pegiringan
Sejarah itulah yang akan saya tuangkan dalam dalam tulisan ini, arti sejarah secara umum mungkin sudah dipahami, akan tetapi sejarah menurut penulis adalah sejalan dengan arah atau disingkat sejarah. Artinya segala sesuatu baik yang berkaitan dengan masa lalu maupun masa sekarang dan masa yang akan datang nantinya tetap akan disebut sejarah (sejalan dengan arah). Tak terkeculai tanah kelahiran atau desa tempat tinggalku tentunya punya sejarah.
Pegiringan adalah nama desaku, Kecamatan Bantarbolang dan Pemalang kabupaten atau kotanya. Ada yang unik dari Desa Pegiringan .yaitu bahasanya, berbeda dari kebanyakan desa yang ada dipulau jawa, yang mungkin agak sedikit asing akan tetapi mempunyai nilai histori yang tinggi, dengan berakhiran e untuk setiap pengucapan kata, sama seperti bahasa melayu Malaysie, mungkin dulunya penyebaran agama islam didesa pegiringan berasal dari orang melayu (malaysie), atau mungkin masyarakat pegiringan rumpunnya melayu jawa, tapi yang jelas pengucapan kata itulah yang menjadikan ciri khas masyarakat pegiringan yang konon terkenal dengan kegiatan keagamaannya atau biasa di sebut religius.
Kosa kata Asing Bahasa Asli Pegiringan dan Nama Alam Daerahnya
WadukE
Slumbat
Jablog
Madang
Mbajor
ImpelE
Ngagul
Burak
Ndlogdog
Gemawok
Guap
Klongkongan
Pendirangan
Kluntangan
Landrat
TempErong
Clutak
Gligapan
NdEan
Amblong
Jiret
Brangbong
MolEk
Gerpoli
Njlongob
Njimprak
NjlapEr
Cecrek
Njlepet
Pyogane
Ndlangtak
Njiplong
Wirang
Nyadak
Landep
Srekal
Ape
Ore
Ane
Sime
Langke
Ye
Kiye
Sape
Mene
Bape
Baron
Persil
Majelangu
Pendi
Derik Dalem
Bulak Gempol
Sepedang
Tegalan
Derik pEte
Babadan
Gunung Sumbul
Gunung Butak
Sumur Besi
Jebeng
Puthat
Cawi
Tonjong
Kali seraje
Kali gandu
Kali tulang
Kedung Sumpit
Kedung Bolon
Kedung Birin
Kedung Sentul
Jati Growong
Dawuan
Dukuh
Cokrah
Laren jero
Impres
Klempoan
Kebanggan akan keadaan desa merupakan tolak ukur untuk
dapat berbuat demi perubahan, sehingga tidak melupakan jatidiri
nya sebagai bagian dari anggota masyarakat yang peduli masa depan desanya.
Penulis : By Ozan Oi
Pemerhati Kemajuan Pegiringan
Langganan:
Komentar (Atom)